Kuda Yang Punya Sayap

Standar

Diriwayatkan dari Aisyah R.Ha. dia berkata, “Rasulullah saw. telah datang dari perang Tabuk atau Khaibar. Pada rak barang terdapat kain penutup. Kemudian angin berhembus, maka kain penutup itu tersingkap sehingga mainan Aisyah kelihatan. Lalu beliau bersabda, “Apa ini wahai Aisyah?” Dia berkata, “Ini mainanku”. Nabi saw. melihat diantara mainan itu ada seekor kuda yang memiliki dua sayap yang terbuat dari sejenis kertas, maka beliau bersabda, “Apa yang aku lihat di tengahnya?” Aisyah menjawab, “Seekor Kuda”.Beliau bertanya, “Dan apa ini yang ada padanya?”aisyah menjawab,”Dua Sayap” Beliau bersabda, “Seekor kuda memiliki dua sayap?” Aisyah berkata, ” Tidakkah engkau pernah mendengar bahwa  sesungguhnya Nabi Sulaiman mempunyai seekor kuda yang memiliki beberapa sayap?”Aisyah berkata, “Maka Rasulullah saw. tertawa hingga alu melihat gerahamnya”. (shohih, Abu Dawud)

Referensi: Senyum, Tawa dan Canda Baginda Nabi saw. karya Syaikh Ridlwanullah ar-Riyadli

Pendidikan Itu Bukan “Consumer Good”

Standar

KOMPAS — Meski badai krisis ekonomi melanda Eropa, pada 2011 ini Pemerintah Belanda setidaknya mengucurkan dana beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia sebesar 5-6 juta euro atau setara 7 juta dollar AS-8 juta dollar AS. Pemberian dana beasiswa kepada mahasiswa Indonesia tetap menjadi prioritas Negeri Kincir Angin tersebut.

Pendidikan itu bukan consumer good yang berefek langsung dan cepat. Studi di luar negeri itu keputusan sekali dalam hidup. Jadi, tak semudah itu.
— Mervin Bakker

Baca Selanjutnya…

Moga Nilainya Bagus

Standar

Sudah lama, gak posting ya,, jadi mau nulis-nulis agak mals nie..tapi mumpung masih pagi kayak gini semangatku lagi tumbuh subur, aku paksakan jemari ini menekan dengan penuh perasaan keyboard yang ada. Dengan muka yang masih kusut ini aku teringat, pertama membuat blog ini adalah untuk memenuhi tugas aplikasi komputer, ya salah satu mata kuliahku. Berbagai pertimbangan akhirnya kupilih blog ini, tapi udah jarang saya posting jadi maaf buat temen-temen blog, tulisanku baNYAK yang kurang bagus ataupun beritanya kurang menarik. Tetapi begitulah aku, dan kayaknya kebanyakan manusia bahwa kedinamisan dalam diri kita adalah hal yang wajar. Tetap pada tujuan awal pembuatan blog ini bahwa semoga nilai saya bagus, ya paling tidak Pak Dosen kasih nilai A..hehheh.. Berharap sekali…..

Pikul Ekspektasi Publik Tanpa Beban Politik

Standar

Skenario paket pimpinan KPK usungan pemerintah terpental kalah. Komposisi baru pilihan DPR diklaim lebih independen terhadap kooptasi eksekutif. Pengusutan kasus Century menjadi parameter kunci. Apakah mereka juga independen terhadap DPR? Lanjutan perkara Badan Anggaran bisa jadi ukuran.

Abraham Samad merasa jalan kemenangannya mirip nasib Abdurrahman Wahid. Keduanya terpilih lantaran terjepit perseteruan tajam dua kubu. Gus Dur menjadi presiden teruntungkan oleh ketegangan sengit faksi B.J. Habibie dan Megawati.

Baca Selanjutnya…

Tembakau Perusak Kesehatan Mulut

Standar

 Selain memengaruhi masalah kesehatan secara keseluruhan, kebiasaan merokok atau menggunakan produk tembakau terbukti dapat menimbulkan sejumlah problem kesehatan mulut, mulai dari kanker mulut sampai perubahan warna gigi.

“Merokok dapat membuat gigi dan lidah Anda menguning,” kata Thomas Kilgore, DMD, ahli kesehatan mulut dan dekan Boston University Henry M. Goldman School.

Baca Selanjutnya…

Penuh Rasa Tanpa Penambah Rasa

Standar

Ya, jelas itulah yang diinginkan oleh setiap manusia untuk hidup yang lebih terasa dan bahagia tanpa ada penambah rasa, atau muncul kebahagiaan dan rasa secara alamiah manusia. dalam sebuah bumbu masak tentunya kita mengenal yang namanya monosodium glutamat atau penguat rasa. Walaupun bumbu tersebut dapat membuat enak masakan tetapi banyak pula efek samping yang diakibatkanya. Dalam pandangan saya rasa yang ada dalam diri kita lebih cenderung akan membuat bahagia ketika kita mampu menciptakan penguat rasa dengan alamiah. Bagaimana caranya???

Banyak orang telah mengambil filosofi-filosofi hidup dari berbagai filsuf ternama. Tetapi apakah perkataan filsuf yang bijak akan selalu membuat kita bahagia?ataukah kita mampu untuk menjalakan apa yang disampaikan dalam pesan bijak filsuf? Tentunya akan sulit untuk menciptakan kondisi tersebut. Oleh karena itu diperlukan penjiwaan dan peresapan makna dalam perkataan seorang filsuf. Dan bagaimana seorang filsuf tersebut mampu menciptakan kata yang begitu bijak sehingga terkenang sampai sekarang. Meresapi dan menjiwai sebuah usaha yang sulit, tetapi memeiliki output yang luar biasa. Mengapa? karena dalam proses penjiwaan tentunya akan melibatkan kemampuan kemampuan baik fisik, maupun ruhaniah. Sehingga energi yang kita keluarkan begitu ekstra.

Penjiwaan akan timbul alamiah dalam diri kita ketika kita sudah membiasakan diri untuk merenungi setiap pesan alam dan SangKholik. Walaupun kita hanya mengamati mengapa rambut rontok?mengapa daun jatuh? Ya, berawal dari situlah seorang Newton mampu menemukan inspirasi teori gravitasi. Pembelajaran jiwa tidak dapat langsung dalam skala besar, tetapi dengan langkah muhasabah untuk penenangan diri. Kan, pak Newton tidak langsung ke laboratorium untuk menemukan teori gravitasi tetapi langkah nyata dalam mengamati dan mendalami peristiwa kecil dalam alamnya. nah, dari sini mungkin kita bisa belajar untuk memahami makro kosmos diperlukan suatu energi untuk menggali lebih dalam makna mikro kosmos. Kedua untuk ini saling memberikan relasi untuk dapat meyatu menjadi kekuatan yang maha dahsyat. Ya, kekuatan dan tingkat keilmuan yang luar biasa.

Langkah kecil dalam proses penjiwaan sangatlah fundamental. Karena menentukan langkah selanjutnya yang akan kita arungi. Dalam kisah Nabi Ibrohim As, kita mengetahui bahwa beliau mencari keberadaan Sang Pencipta dari sebuah langkah awal yaitu mengamati alam, langit dan benda-benda yang sudah sistematik. Dari pengamatan tersebut beliau terus mencari jati dirinya, mengapa beliau ada dan apa yang ada dibalik misteri besar dalam dunia yang beliau hadapi. Penjiwaan yang mendalam dengan berbagai dimensi ilmu diperlukan, tidak hanya dengan akal dan logika tetapi rasa perlu diikut sertakan untuk mengembangkan jati diri kita. Bagaimana kita ada untuk bahagia? dan bagaimana kita bisa bahagia? hal yang menimbulkan misteri untuk dipecahkan oleh semua tenaga dalam diri kita.  Rasa diri kitalah yang lebih memebrikan pengaruh besar dalam diri kita. Semua orang akan sulit maju apabila belum mengerti arti kita ada, mengapa kita ada?untuk siapa kita ada?bagaimana kita ada? Semoga mudah dipahami.

IPTEK Menentukan Perekonomian Suatu Negara

Standar

     Presiden telah memberikan arahan bahwa pada 2014, harus sudah tercapai balance budget dan penurunan debt to GDP ratio maksimal 22 persen. Untuk itu, ke depan, pinjaman luar negeri lebih difokuskan pada sektor energi dan infrastruktur. Akan tetapi, dari mana pun sumber pembiayaannya, tetap diarahkan pada tujuan yang ingin dicapai.
Demikian disampaikan oleh Direktur Industri, IPTEK dan BUMN, Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir. Mesdin Kornelis Simarmata, MSc saat memimpin Rapat Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Hibah di Ruang SS Gedung Bappenas, Rabu (14/12).

Baca Selanjutnya…